Kalau memang harus jujur saya lebih senang menggunakan Linux dibandingkan Windows. Tapi sayangnya ketika menggunakan linux kerjaan saya menjadi lambat untuk diselesaikan. Disatu sisi saya mempunyai keinginan atau mungkin juga idealisme untuk menggunakan open source, dalam hal ini adalah linux, tapi disisi lain ada tuntutan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Itulah kenapa saya sering bolak-balik migrasi OS dari windows ke Linux, atau dari linux ke windows.
Berikut adalah 3 (tiga) alasan mengapa saya tidak dapat beralih ke linux 100%
1. Sulitnya mendesain web di Linux
Aktifitas saya sebenarnya bukan hanya ngoding, tapi juga mendesain tampilan web. Adapun aplikasi yang biasa saya gunakan adalah Photoshop, Flash, Color Schemer, Snagit, Corel draw ditambah dengan plugins-plugins canggih yang siap digunakan. Aplikasi tersebut sudah sejak lama saya gunakan sebelum saya menggunakan linux yang membuat saya menjadi nyaman ketika bekerja.
Linux memang menyediakan program-program yang berfungsi sama dengan program yang biasa saya gunakan. Tapi permasalahanya adalah kemampuan dan kebiasaan. Kemampuan saya menggunakan Gimp tidak selancar menggunakan Photoshop, begitupun juga kemampuan saya menggunakan inkscape tidak sebaik ketika menggunakan coreldraw. Intinya jika saya memaksakan diri untuk tetap mendesain diatas platform linux hasilnya akan buruk dan memakan waktu yang cukup lama.
2. Desktop Programming
Pada dasarnya saya memang programmer web, yang menggunakan bahasa PHP dan database MySQL. Tapi akhir-akhir ini keinginan untuk menambah skill programming datang, dan pilihan saya jatuh ke Visual Basic.Net.
VB.Net adalah aplikasi yang berjalan di platform windows, walaupun sebenarnya di linux sudah ada program bernama monodevelop yang support terhadap VB.net. Tapi tetap saja, bagi saya men-develop aplikasi desktop dengan menggunakan bahasa VB.Net lebih nyaman jika menggunakan IDE Visual Studio, daripada menggunakan monodevelop. Walaupun saya sendiri belum pernah menggunakan monodevelop
3. Games
Sejak kecil sepertinya saya sudah ditakdirkan untuk menjadi seorang gamer
. Berbagai macam console, dari mulai Atari, Nintendo sampai PlayStation orang tua selalu membelinya, maklumlah orang tua saya (bapak) adalah seorang gamer juga.
Dan sekarang ketika kehidupan saya jatuh ke dunia komputerisasi, jiwa seorang gamer itu tetap ada. Saya tidak punya cukup uang untuk membeli Playstation2 apalagi Playstation3, walaupun uangnya ada, saya lebih senang meng-upgrade PC saya ketimbang harus membeli console tersebut.
Linux memang menyediakan games yang bagus, tapi bagi saya games di windows jauh lebih keren dari segi apapun. kalau seandainya di Linux ada games-games keren seperti Pro Evolution Socces (PES), Fifa Manager, Resident Evil, Point Blank atau games strategi seperti Red Alert dan Command and Conquer. Maka alasan saya untuk bertahan di windows menjadi tinggal 2 (dua).
Solusi menghadapi keadaan seperti ini, maka saya putuskan untuk meng-install kedua OS tersebut di PC saya. Untuk Linux saya menggunakan Ubuntu Lucid Lynx (10.04) dan untuk Windows saya menggunakan Windows Se7en.
Mantab Juragan , Sukses ya Kariernya .. :beer:
Ajarin Ubuntu nya donk gan…
No problem apapun OS yang dibutuhkan selama itu baik buat Anda. Dan saya rasa itu memang sudah menjadi kebutuhan Anda. Tapi mungkin agar bisa menguasai software seperti GIMP ataupun inkscape, harus menyediakan waktu luang ya minimal 1 jam sehari. Jadi setelah Anda terbiasa dengan GIMP ataupun inkscape merupakan nilai tambah bagia Anda. Sukses selalu.
siip gan, solusinya mau ga mau harus dual os.
Kenapa gak dual machine aja gan sekalian? biar bisa kerja in parallel gitu wkwkwkw….
machine ga ada gan..
.. request postingan ril, cara menginstall VMR
..