Harapan dan Istanbul 2005

2 Comments
Harapan dan Istanbul 2005

@FirmanUtina15: Tenanglah kawan kita belom kalah di Final, di GBK masih ada 90 menit untuk menciptakan gol lebih dari 4. Tetap semangat Indonesia!

Delapan tahun yang lalu, saya yang berdiri di tribun belakang gawang menyaksikan langsung kegagalan Kiatisuk Senamuang mengeksekusi pinalti pertama Thailand dalam partai Final Piala Tiger 2002. Sontak seluruh isi Stadion Gelora Bung Karno bergerumuh, sepertinya sebelah tangan Indonesia sudah memegang piala. Tapi, beberapa menit setelahnya gemuruh itu berubah menjadi sunyi ketika tendangan Sugiantoro dan Firmansyah melambung jauh entah kemana (saya lupa). Dan Indonesia dipaksa puas berada di posisi runner-up. :(

Tahun ini kegagalan itu sepertinya akan terjadi lagi setelah Malaysia berhasil mencukur Indonesia pada leg pertama Final AFF Cup 2010 dengan skor 3-0. Memang masih ada 90 menit kedua, tapi mengejar defisit 3 gol adalah pekerjaan yang sangat sulit apalagi di partai puncak yang sangat krusial. Bukan hanya strategi menciptakan 3 atau 4 gol, tapi bagaimana membangun mental pemain yang sudah hancur, dan menghancurkan mental malaysia yang sudah semakin pede.

Apa sebenarnya yang menyebabkan Timnas Indonesia yang tampil begitu baik di 5 partai sebelumnya tapi tiba-tiba anjlok di partai puncak. Strategi.? Laser.? Euforia.? Agenda PSSI.? Pemberitaan Media.? atau lainnya.

Secara teknis jelas bahwa Rajagopal memiliki strategi yang lebih baik dari pada Alfred Riedl. Kesalahan fatal Maman Abdurahman dalam menahan pergerakan Norsharum yang berujung menjadi gol adalah titik awal malapetaka itu. Gol tersebut membuat konsentrasi timnas hilang, mental turun dan Riedl sepertinya lupa untuk segera memperbaiki keduanya. Malaysia pun tidak mau kehilangan kesempatan ini, dan terus memberikan tekanan. Alhasil kurang dari 15 menit terjadi 2 gol tambahan, tidak ada pengawalan sedikitpun dari gol kedua dan tandukan Safee Sali.

Terlepas dari masalah diatas saya melihat banyak sekali hal-hal yang terkesan berlebihan menyikapi kemenangan-kemenangan Indonesia. Pemberitaan media pagi, siang, sore dan malam, infotainment yang biasanya sibuk dengan sidang Ariel-pun ikut-ikutan memberitakan sepak bola. Muncul suporter timnas ‘dadakan’ dengan kegiatan-kegiatan aneh yang tidak ada hubungannya dengan persiapan menghadapi krusialnya partai final.

Prediksi ngawur-pun keluar dari mulai 3-0, 4-0 sampai 5-0. Hebat sekali Indonesia serasa ada Lionel messi dan Cristiano Ronaldo saja di tim mereka. Banyak yang lupa bahwa ini panggung Final, tidak ada hubungannya dengan 5 kemenangan beruntun Indonesia di Gelora Bung Karno. Konsentrasi, Mental dan Strategi ditiap detik adalah yang menentukan.

ini adalah kesempatan yang cukup penting untuk kemajuan sepak bola bangsa, karena bisa memberikan tonikum untuk sepak bola Indonesia yang selalu timbul tenggelam. Indonesia harus juara di turnamen regional terkecil ini, supaya bisa menargetkan ke piala Asia, lalu kualifikasi Piala Dunia, dan itulah jenjangannya. Jangan pernah bicara Piala Asia dan Piala Dunia, jika nanti kita hanya jadi runner-up, lebih baik tahan dulu mimpi itu, sabarin lagi hati yang sudah terlalu sabar, mungkin nanti 2012. hmmm… nanti terus yaaa. :mikir:

Rabu, 29 Desember 2010 adalah kesempatan timnas untuk mengejar defisit 3 Gol. Peluang untuk juara hanya 5-10 % tidak lebih, itu kata Alfred Riedl dan saya setuju. Tapi berharap pada keajaiban boleh saja, asalkan selaras dengan usaha dan kerja keras dilapangan. Steven Gerrard dkk. pernah membuktikan di Istanbul 5 tahun lalu bahwa keajaiban bisa saja terjadi.

Go Garuda !

Posted in: Sport
About

kakaeriel a.k.a Ibnuh Hairil adalah seorang Web Programmer dan Web Design. Sangat menyukai sepak bola dan games, eksis dalam kegiatan-kegiatan sosial dan agama di wilayahnya, dan aktif di beberapa milis, komunitas dan jejaring sosial. ^^

2 Responses to Harapan dan Istanbul 2005

  1. abis nonton final kemaren di tv,..jauh dari prediksi gw,..akhirnya membuat saya berpikir,..sptnya indonesia ga bakal menang,..

    tapi betul keajaiban itu bisa datang kapan saja tanpa kita bisa prediksi,..n mudah2an keajaiban u/ Indonesia

    mudah2an indonesia menang,…

    go garuda!

  2. wah,timnas kmrn,,,
    sayang juara 2,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>